Enamore Rilis “Under Pine Tree”

image

Malang dan sekitarnya tak berhenti menelurkan band – band emotive. Setelah Wordsworth, kini muncul dari KWB (Kota Wisata Batu) yaitu Enamore. Band ini beranggotakan Ezra Nugraha (Drum) dan Caesar Nicko (Guitar) yang familiar lewat band pop-punk Ancient Flower, kali ini ditemani teman – teman seperti Shafa Ashfiani (Vokal), Vikri (bass) dan Gigih Yanuar (guitar 2).

image

 Enamore datang dengan membawa single berjudul “Under Pine Tree” sebagai perkenalan. Mengaku terinfluence oleh Foxtails dan Citizen, single “Under Pine Tree” terdengar seperti nostalgia ke era Elliott dan Pop Unknown merajai music sharing forum awal 2000an. Dirilis tepat di hari Valentine tahun 2018,  “Under Pine Tree”, ini menceritakan sebuah janji dan penantian , bersetting bawah pohon pinus yang teduh, dan damai, tapi diliputi rasa gelisah. Terinspirasi dari kejadian sehari – hari dimana teman yang janji akan datang tepat waktu ternyata terlambat lama, kemudian menimbulkan kekecewaan.

Tercermin di lirik yang juga dicantumkan di bandcamp mereka, air movement sight/when pressed cool the body while sweat/(i thinks to late)/over the road with the wheel that leads/or maybe i came quickly under pine trees/with shade. Walapun dalam bahasa inggris yang kacau, namun masih bisa diraba maksud dan tujuannya, seperti yang dipaparkan di press release, bahwa ternyata sang subyek ternyata menyadari bahwa dia datang terlalu awal, hanya untuk menunggu dan gelisah. 


Kota Malang dan Kota Wisata Batu yang sejuk, ternyata tidak hanya memberikan rasa nyaman bagi mereka yang datang dari kota yang panas, ternyata juga memberikan rasa dingin yang menusuk kalbu lewat band – band yang kedua kota ini lahirkan.

bandcamp : enamoreme.bandcamp.com

soundcloud : soundcloud.com/enamoreband

instagram : instagram.com/enamoreband

MENARILAH BERSAMA RESAHMU! 3 BAND EMO YANG MEMAKAI SENI TARI DALAM VIDEO KLIPNYA

Kadang emosi tidak mesti ditumpahkan dalam bentuk verbal. Gestur terkecil pun mampu menampakkan kedalaman perasaan yang ada di dalam benak tiap manusia, apalagi dalam bentuk sebuah koreografi atau tarian. Ketiga band ini di tahun 2017-2018 memilih tarian dalam usaha representasi visual di tiap video klip mereka.

1. PIANOS BECOMES THE TEETH - Love On Repeat(2018)

Pianos Become the Teeth adalah sebuah band USA dari Baltimore, Maryland yang terbentuk sejak 2006. Gaya bermusik mereka adalah post-hardcore yang merupakan fusi dari gaya post-rock dan screamo awal. Mereka juga adalah bagian dari movement “The Wave” (fusi post-rock dan screamo)  bersama band- band seperti Touché Amoré, La Dispute, Defeater, dan Make Do and Mend. Anggota mereka saat ini adalah Kyle Durfey (lead vocals, lyrics, piano, programming), Chad McDonald (guitars), Mike York (guitars), Zac Sewell (bass, backing vocals) dan David Haik (drums, percussion)

Love On Repeat adalah lagu dari album “Wait For Love” yang dirilis tahun 2018, dan sedikit agak menjauh dari gaya epik post-rock mereka yang sebelumnya. Disini PBTT lebih berjalan dalam irama yang rancak, walaupun cresecendo ala Post-rock juga masih terlihat. Terlihat juga dua gadis kembar bermake up “Dia De Los Muertos” dari video klip Charisma yang juga masih dalam narasi album “Wait For Love”

2. LKTDOV (LAST KISS TO DIE OF VISCEROTH) -  Behold, A Shattered Enchantment (feat. Dea Karina) 

LKTDOV, adalah band Yogyakarta yang menggabungkan musik Skramz (90’s Screamo) dengan aroma Post- Rock. LKTDOV ini dianggotai oleh Indra Menus (vokal), Made Dharma (gitar), Wisang (gitar), Okta (bass) dan Yudha “Bogex” (drum). LKTDOV sendiri berasal dari gabungan 3 nama band yaitu Last Kiss Good Night, Lord Of Visceroth dan To Die. LKTDOV telah mengeluarkan 3 rilisan yaitu Self Titled EP,  Paris In The Making / Last Kiss To Die Of Visceroth - Split Tape ‎(Cass), dan debut full album All We Have Left Is A Memory Of Yesterday.

Untuk 2018 ini mereka ternyata memberi sinyal rilisan baru berupa Video Behold, A Shattered Enchantment (feat. Dea Karina). Lagu bertajuk Behold, A Shattered Enchantment ini merupakan bagian pertama dari 3 lagu yang akan dirilis dalam format piringan hitam (vinyl) 7”. Single berdurasi 5 menitan ini direkam di Watchtower studio dan diproduseri oleh I Made Dharma (Warmouth, Deadly Weapon). Dengan sound yang lebih gelap dan berat dari album sebelumnya (All We Have Left Is A Memory Of Yesterday dirilis 2015 oleh Samstrong Records), dipastikan materi terbaru ini akan lebih mengena di kalangan penggemar musik kelam. 

Video klip Behold, A Shattered Enchantment sendiri disutradarai Yudha B. Nugraha dengan Ichidilaga sebagai dance talentnya. Video ini dishoot dengan single angle dan menawarkan nuansa trance visual dari tarian Ichidilaga diiringi lagu LKTDOV yang beranjak “nggerus” dan gelap.      

3. EASTERN YOUTH - 「ソンゲントジユウ」(Songentojiyuu)

Berawal sebagai band punk/OI! , Eastern Youth merupakan salah satu pionir gerakan skinhead punk di Jepang sebelum akhirnya mereka berubah menjadi Indie Rock/ Emo di tahun 1997 di Album Koritsu Muen No Hana (Isolated Flower Aura) dengan pengaruh Fugazi, Jawbreaker, Stiff Little Fingers dan Folk Jepang yang kental. Eastern Youth dibentuk di Tokyo tahun 1989 dan dulu beranggotakan  Hisashi Yoshino (vokal, Gitar), Atsuya Tamori (Drum) dan  Tomokazu Ninomiya (Fretless Bass), namun Tomokazu Ninomiya keluar untuk membentuk Misato and Tonkatsu, kemudian digantikan Yuka Muraoka. Bermusik sejak 1989 hingga sekarang, Eastern Youth bisa dibilang salah satu senior Indie Rock di jepang yang bisa bertahan melawan zaman hingga 29 tahun lamanya. Format trio dan influence punk mereka mengingatkan kita pada band Indonesia yang sampai sekarang juga masih bermusik yaitu Netral atau NTRL. 

Lagu - Lagu Eastern Youth dikenal mempunyai lirik yang mencerminkan kerasnya semangat bangsa Jepang dan disisi lain rapuhnya mental mereka dalam menghadapi kenyataan salaryman di dalam sistem korporat ekonomi Jepang. Songentojiyu adalah lagu dari album yang juga berjudul Songentojiyu yang dirilis 2017 lalu. Menampilkan ibu-ibu pemilik toko kelontong yang diperankan Shimo Kkesehariannya menghadapi hecticnya Tokyo. Entah ia mencoba melampiaskan cita - citanya yang belum tercapai sebagai penari atau dia memang mabuk sambil menari untuk menghadapi sumpeknya Tokyo. Vokal Yoshino yang melengking kadang out of tune memberi representasi raw emotion dari Eastern Youth dalam lagu Songentojiyuu ini, dan merupakan ciri khas Eastern Youth sejak 1997. Eastern Youth ini juga dianggap sebagai pelopor indie rock/emo di Jepang bahkan Asian Kungfu Generation menganggap mereka sebagai mentor.  


Solitude at Nomu 9 Bites and Beverages

Sebuah hari yang basah dan lembab di Malang. Ijen boulevardyang asri nampak sedikit becek karena gerimis yang menerpa di awal Februari ini, tepatnya Minggu tanggal 4. Melewati mulut jalan kawi lalu belok kanan tepat sebelah gerai fast-food, memasuki Jalan Pandan hingga akhirnya sampai di Pandan, no. 6.

image

Entah mengapa ketika lokasi satu ini diberi nama Nomu 9 padahal di jalan nomer 6, Nomu sendiri berasal dari bahasa jepang yang artinya Minum, namun nomer 9 masih misteri. Masuk ke interior, Nomu 9 tidak menampakkan corak jepang tradisional, namun lebih ke dominasi lantai granit dan keramik di bawah, dengan tatanan meja makan yang homey, dengan lantai dua yang dibalut tanaman menjalar, kayu dan pagar logam memberikan kesan kalem dan santai, membuat pengunjung yang datang sendirian maupun berdua betah di Nomu 9; seakan menemukan suaka yang hangat dari dunia nyata yang penuh tekanan. Ditemani soundtrack - mulai dari Slowcore dan Midnight Jazz.

image

Setelah duduk, rasanya tidak ada perasaan yang sangat lapar sehingga appetizer saja cukup untuk mengokupasi mulut yang menganggur ini. Pilihan kali ini jatuh pada Croquet dan Tofu Fishcake. Bagi saya tahu ikan adalah soul food, sebuah pelega rasa resah dari deadline yang terus menumpuk tapi tak kunjung habis tertunda karena rasa sebah. Jika saja sesiapapun membawa pekerjaannya ke sini, tahu ikan ala Nomu 9 atau Tofu Fishcake mampu menggantikan kehadiran seorang pasangan yang tak kunjung datang atau malah sengaja ditiadakan kehadirannya untuk saat ini. Kulitnya yang crusty, dan fishcake atau bakso ikannya yang diblend dengan pas, meluncur mulus melalui tenggorokan yang dibasahi sambal bangkok.

image
image

Appetizer kedua adalah Croquet, atau perkedel kentang berbalut kulit tepung roti renyah. Snack ala perancis ini berisi mashed potato yang lembut dengan isian potongan daging yang lezat. Ditemani kedua appetizer ini seakan membuat rasa “sendiri” tidak terasa dan remeh. Untuk itu semua masing – masing perlu merogoh kocek 28.000 rupiah saja. Murah bukan? Buat siapa lagi menghabiskan uang kalau tidak bukan diri sendiri untuk saat ini (tapi sampai kapan). Namun bila rasa kesepian itu kembali, alangkah baiknya memesan kopi.

image

Kopi yang ditawarkan oleh Nomu 9 mempunyai 6 jenis tehnik penyajian dan kesemuanya manual, semanual diri ini dalam menghibur diri. Pertama Kopi Toebroek, yang lazim ditemui di berbagai macam kedai kopi mulai dari kelas proletar sampai borjuis, kopi yang penyajiannya dengan mengaduk secara manual ini menghasilkan konsistensi yang kental, berat dan full bodied. Lalu kedua French Press dengan konsistensi heavy bodied dan aftertaste yang membuat anda “linger”. Lalu tehnik V60 yang memakai  gelas tetes berkertas saring yang membuat kopi mendapatkan rasa asam yang khas layanya citrus atau “citrus notes”. Lalu Kalita Wave yang memberikan kopi clarity notes dan medium body dengan hanya air panas, kertas saring, gelas tetes dan teko yang dipadu dengan tehnik menyeduh yang berputar dan tuangan yang berinterval. Lalu terakhir ada Chemex yang memberikan tekstur lembut-tipis, dengan rasa “dry” dan harumnya floral notes. Semua manual brew coffee ini bisa dijangkau mulai dari 18.000 rupiah

Setelah segala kepahitan yang nikmat dan gigitan – gigitan kecil dari appetizer tersebut, jika ingin melanjutkan ke main course, Nomu 9 juga menyediakan promo Valentine’s Day dengan dua paket pasangan seharga 165.000 rupiah dan 315.000 rupiah.

image

Pilihan kini tersedia di tangan, ingin menghabiskan malam valentine dengan appetizer – appetizer kecil dan kepahitan yang dinikmati sendiri atau memsan paket Valentine untuk berdua. Berdua?

BESOK! Hari Valentine 2018, LKTDOV Rilis Single Dan Video Klip Menuju Album Vinyl

image

LKTDOV, band Yogyakarta yang menggabungkan musik Skramz (90’s Screamo) dengan aroma PostRock ini kembali menghantui perasaan para penggemarnya dengan merilis sebuah single baru. Tidak tanggung-tanggung, komposisi baru ini akan dirilis bertepatan dengan perayaan Valentine yaitu di tanggal 14 Februari 2018. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan dibandingkan dengan mendengarkan lagu sendu di perayaan hari kasih sayang.

Lagu bertajuk Behold, A Shattered Enchantment ini merupakan bagian pertama dari 3 lagu yang akan dirilis dalam format piringan hitam (vinyl) 7”. Single berdurasi 5 menitan ini direkam di Watchtower studio dan diproduseri oleh I Made Dharma (Warmouth, Deadly Weapon). Dengan sound yang lebih gelap dan berat dari album sebelumnya (All We Have Left Is A Memory Of Yesterday dirilis 2015 oleh Samstrong Records), dipastikan materi terbaru ini akan lebih mengena di kalangan penggemar musik kelam.

Single perdana band yang digawaingi oleh Indra Menus (vokal), Made Dharma (gitar), Wisang (gitar), Okta (bass) dan Yudha “Bogex” (drum) ini bisa di-streaming melalui www.soundcloud.com/RelamatiRecords (link lagu akan dibuka tanggal 14 Februari 2018). Sementara untuk materi on air di radio, LKTDOV juga merilis single lain dari materi vinyl 7” yang lebih radio friendly berjudul Crimson Waves Upon Tangerine Skies (tersedia di attachment).

Selain itu video klip lagu yang diproduseri oleh Yudhabrit dengan talent Ichidilaga ini bisa dinikmati melalui www.bit.ly/RelamatiRecords (link video klip akan dibuka tanggal 14 Februari 2018). Video klip-nya sendiri akan diputar perdana dalam event PostRock Fest YK yang akan diselenggarakan 14 Februari 2018 di Barcode Kitchen and Bar, Yogyakarta.

Rekaman vinyl 7” LKTDOV yang diproduksi sebanyak 150 keping ini akan dirilis resmi pada 21 April 2018 oleh 3 label lokal yaitu Samstrong Records, Relamati Records dan Tomat Records. Sementara distribusinya akan dibantu oleh Royal Yawns, Otakotor Records dan Belantara22 Records. Untuk pre order vinyl sudah dibuka dengan mengirimkan email pemesanan ke: relamatirecords@gmail.com


Instagram: @LKTDOV, Twitter: @LKTDOV, Facebook: LKTDOV

1 2 3 4 5 Next